Acara tahunan yang bergengsi untuk kedua kalinya diadakan di Nongsa Point Marina & Resort. Perlombaan kapal selama tiga hari ini hanya mengandalkan angin yang sering kita kenal sebagai North East Monsoon.

Untuk mencapai ke arena perlombaan cukup mudah karena dapat dilakukan dengan beberapa alternatif perjalanan. Jika anda dari Singapura cukup dari Terminal Ferry Tanah Merah tiga puluh lima menit ke Terminal Ferry Nongsapura, Batam. Fasilitas urusan imigrasi sudah mudah disana. Dari Nongsapura hanya lima menit.

2ND Wonderful Indonesia Nongsa Regatta 2017
Tempat parkir Yacth yang berstandar International.

Cukup sepuluh menit dari Bandara Hang Nadim adalah 10 menit ke Resort ini arah Nongsa. Bagi anda yang pelaut atau punya yacth. Ini koordinat posisinya 01degree 11 ’86N & 104degree 06′ 00 E atau dapat menghubungi melalui frekuensi radio VHF 72 MHz.

 Berpacu fisik, kekompakan, dan keberanian.

2ND Wonderful Indonesia Nongsa Regatta 2017
Persiapan sebelum bertempur, kru kapal sibuk membenahi layar.

Kapal berlayar dengan lima awak kapal ini akan bertarung di tengah laut dengan ganasnya ombak laut dan kuatnya angin. Diperlukan fisik yang kuat dan fit untuk memainkan permainan ini.

Koordinasi tugas antar kru wajib dilakukan. Masing masing sudah ada tugasnya. Keberanian melakukan manufer juga sangat diperlukan. Karena tak jarang posisi miring lebih dari empat puluh derajat demi mendapatkan angle yang pas untuk memperoleh kekuatan angin.

Andrenalin yang deras mengalir, sekuat angin yang bertiup.

Kesulitan mempertahankan posisi kapal mudah dilakukan oleh para kontestan. Para penonton dan berbagai media yang meliput pun terpana dengan keahlian mereka. Beruntung sekali dapat melihat event yang jarang seperti ini.

Sayang sekali tingkat keikutsertaan perlombaan keelboat sailing ini kurang untuk pemuda/i Indonesia. Peserta didominasi dari kewarganegaraan Singapura. Hal ini bisa menjadi koreksi bagi kita, karena Kepulauan Riau wilayahnya lebih dari delapan puluh lima persen berupa lautan.

Keseimbangan dan kontrol dinghy.

Perlombaan kapal mini ini tak kalah seru. Peserta hanya boleh diikuti oleh anak anak berumur delapan hingga lima belas tahun saja. Tentunya sangat memperhatikan safety, salah satunya dengan mengenakan life jacket. Tim panitia dengan perahu motorpun selalu sigap memantau jalannya pertandingan ini.

Dinghy , kapal layar mini dengan satu awak.

Walaupun masih anak anak, kepiawaiannya luar biasa. Mereka pandai dalam mengarahkan kapalnya ke garis finish. Tak jarang terlihat yang terbalik kapalnya, karena salah kontrol layar. Namun dengan mudah mengembalikan lagi tanpa bantuan siapapun.

Kita bisa bangga, karena untuk perhelatan ini terdapat juga beberapa anak lokal binaan Nongsa Point. Perlu ditingkatkan lagi agar bisa berkomtisi di level yang lebih tinggi lagi.

Mainan orang dewasa

Kompetisi berikutnya dilakukan di bibir pantai Resort, radio control sail boat. Menariknya mainan anak anak ini di jalankan oleh orang dewasa semua. Ternyata lebih sulit dilakukan, karena mereka hanya bisa meremote layar di atas kapal saja. Tidak ada motor penggerak. Hanya mengandalkan angin.

Pengenalan lokasi, arah angin menjadi awal persiapan. Kelincahan memainkan remote dan membaca angin menjadi kunci keberhasilan. Layar yang lebih besar tidak menentukan pemenang.

Mendukung Percepatan Pengembangan Wisata Bahari

Diskusi dilakukan pada hari ketiga, yang dihadiri oleh barbagai pihak untuk meningkatkan pariwisata di Kepulauan Riau khususnya. Datang mulai dari jajaran manajer Nongsa Point Marina & Resort Bpk Prakash Reddy dan Erhard M Rueber, dari Dinas Pariwisata Kepulauan Riau dan tamu undangan yang lainnya.

Diskusi seluruh stake holder pariwisata Kepulauan Riau

Diantara membahas event yang mendatang, seperti Sail Banyuwangi 14 sampai 18 September 2017, Sail Sabang 28 November sampai 7 Desember 2017. Festifal Kepri juga akan diadakan pada tanggal 16-20 Oktober 2017. Untuk Kepri agendanya antara lain: kunjungan dengan Yacth Bintan – Tanjung Pinang, Karnaval Budaya, Pulau Galang dan Sail Anambas.

Menyingung juga tentang pemberian kemudahan dari CIQP (Customs, Imigration, Quarantine, Port). Seperti Anambas sebagai pintu masuk baru untuk Yacth. Dihadiri juga Francis Lee dan YP Loke untuk mengembangkan turis yacth di ASEAN. Semoga saja dengan diskusi tersebut dapat meningkatkan traffic kunjungan wisata ke Indonesia.

5 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Muhammat Rasid Ridho Batal balasan